Seputar Rasio Gigi

Seputar Rasio Gigi

Bila kita lihat spesifikasi dari Kawasaki Z250, dapat dilihat bila rasio penurunan primernya sebesar 3,087.  Rasio ini adalah rasio gigi pada pros engkol ke transmisi.   Rasio akhir yang ada pada kedua sproket motor sebesar 3,286 yaitu 14 gigi di bagian depan dan 40 di sproket belakang.  Kedua rasio ini berlaku secara permanen, tapi diantara keduanya ada rasio yang bisa berubah.  Rasio transmisi adalah bagian yang bisa diubah dengan tingkatan sesuai rancangan pembuatnya.  Pada Z250 terdapat transmisi 6 percepatan dengan rasio:

Rasio Gigi Ke-1  2,600 (39/15)
Rasio Gigi Ke-2  1,789 (34/19)
Rasio Gigi Ke-3  1,409 (31/22)
Rasio Gigi Ke-4  1,160 (29/25)
Rasio Gigi Ke-5  1,000 (27/27)
Rasio Gigi Ke-6  0,893 (25/28)

Mari kita lihat satu persatu, rasio reduksi primer yang terdapat antara gigi poros engkol dan rumah kopling bertujuan untuk menurunkan putaran mesin sebelum diteruskan ke transmisi atau rumah gigi melalui sistem kopling.  Apa yang terjadi saat kita lihat putaran mesin yang tampil di tachometer, misalnya terbaca puataran mesin sebesar 8.000rpm.

Ini berarti putaran yang masuk ke rumah gigi adalah 8.000/3,087 = 2591,51, dibulatkan menjadi 2592rpm.  Mari kita lihat bila berkendara pada gigi 3 dengan putaran mesin 8.000rpm.  Rasio gigi ke-3 adalah 1,409 bila dikaitkan dengan putaran pada rumah kopling sebesar 2.592rpm maka putaran yang dihasilkan akan turun menjadi 2.592/1,409 = 1.839rpm.  Putaran ini yang diterima oleh sproket depan dan diteruskan ke sproket belakang dengan rasio 3,286 menjadikan putaran di roda sebesar 1.839/3,289 = 559,21rpm  (dibulatkan 559rpm).

Keterangan tentang ban sangat diperlukan untuk menghitung kecepatan laju motor saat roda berputar 559 kali setiap menitnya.  Z250 mempunya ban berukuran 140/70-17, artinya pelek mempunyai diameter 17 inci, dan lebar ban 140mm dengan tinggi ban sebesar 70% (aspek rasio) dari lebar ban yaitu 140mm x 0,7 = 98mm.

Kita sedikit mundur ke masa sekolah di SMP,  bagaimana rumus untuk menghitung keliling dari sebuah lingkaran.  Ini diperlukan untuk menghitung kecepata laju motor.  Keliling dari sebuah lingkaran adalah p x D (diamter roda), dimana p = 22/7 = 3,141.

Sebelumnya perlu dihitung total diameter roda belakang, diameter pelek sebesar 17 x 25,4mm = 431,8mm ditambah 2 x 98mm (ada dua bagian ban atas dan bawah)  menjadi 431,8 + (2 x 98)mm = 627,8mm (0,6278 meter).

Dengan itu maka lingkran rodanya adalah 3,141 x 0,6278m = 2,07 meter, bisa dibulatkan menjadi 2 meter.

0

Post Tags: #
Published by : Rudi Kurniadi | ON : 03 Jun 2015

Comments

Comments are closed.