Unity Pitstop Dyno Contest Gelar Duel Skuter VS Café Racer

Duel Antara Cafe Racer dan Skuter di Dyno Contest Unity Pitstop, Tumplek Blek 2016

Dyno Contest – Unity Pitstop kembali hadir dalam rangkaian acara Otobursa Tumplek Blek 2016 dan kali ini dengan menghadirkan versi lain dari pertarungan para pengendara skuter dan café racer dalam sebuah duel bertajuk Unity Pitstop Dyno Contest pada hari minggu (29/5). Sebanyak 10 skuter dan 10 café racer saling beradu performa mesin untuk membuktikan motor mana yang paling bertenaga.

Motor jenis café racer dan skuter yang digemari oleh para bikers karena tampilannya yang khas dan menarik perhatian. Bahkan, ada orang yang menyebut kedua jenis motor tersebut sebagai ‘Motor Cantik’. “Anggapan kalau Skuter itu lambat dan café racer kurang bertenaga bisa kita patahkan dengan dyno contest ini. Selain itu, kita juga ingin menunjukkan bahwa para pengendara skuter dan café racer juga mentingin fungsi, nggak cuma gaya doang,” ujar Okke Gania, penggiat komunitas skuter yang mencetuskan ide Unity Pitstop Dyno Contest ini.

Dyno test sendiri merupakan serangkaian uji coba untuk mengetahui performa mesin kendaraan bermotor. Terdapat dua metode pengujian yang biasa digunakan yaitu engine dyno dan chasis dyno. Pada metode engine dyno, output dari gear box langsung disambungkan ke belt mesin dyno. Sedangkan untuk chasis dyno, sepeda motor akan diikat di atas roller, lalu dijalankan selayaknya sedang berkendara di jalan raya. Metode yang dipilih pada Unity Pitstop Dyno Contest kali ini adalah chasis dyno.

Anwar Riza dari tim Dyno Contest Indonesia mengatakan kalau dyno test adalah salah satu cara cerdas untuk membuktikan performa mesin kendaraan dengan akurat dan risiko minimal. “Berbeda dengan balap, dyno test dapat menunjukkan performa mesin kendaraan tanpa ditentukan oleh faktor skill pengendara Jadi, hasil dari dyno test memang murni dari kapabilitas mesin. Selain itu, berbagai risiko dari adu balap bisa kita hindari, dan ada banyak parameter yang bisa kita ketahui, seperti Horsepower, RPM tertinggi, hingga top speed sepeda motor”, kata Anwar.

Dari dua puluh motor yang beradu di Unity Pitstop Dyno Contest, tersaring 5 skuter dan 5 café racer terbaik untuk kembali dipertandingkan, dengan duel final sebagai puncaknya. Dan hasil dari lima putaran terbaik dan final dengan masing – masing spesifikasi motor adalah Vespa Sprint 150 cc vs. Yamaha Scorpio 225 cc (Horsepower : 11,6 vs. 08,76), Vespa ET4 125 cc vs. Honda Tiger 200 cc (Horsepower : 09,75 vs. 13,58), Vespa Sprint 150 cc vs. Yamaha Scorpio 225 cc (Horsepower : 11,45 vs. 14,76), Vespa Sprint 150 cc vs. Honda Tiger 200 cc (Horsepower : 12,88 vs. 16,43), Vespa Sprint 150 cc vs. Yamaha Scorpio 225 cc (Horsepower : 12,45 vs. 12,23) dan Vespa LX 220 cc vs. Honda Tiger 200 cc (Horsepower : 20,23 vs. 16,56)
Apresiasi Terhadap Para Bikers Cerdas di Dyno Contest Unity Pitstop, Tumplek Blek 2016
Hasil yang cukup mengejutkan di saat skuter mampu menggungguli café racer di duel final. Namun walaupun bersaing terlepas akan hasilnya, Okke berharap momentum ini bisa menjadi media untuk mempererat semangat persaudaraan antar komunitas. “Ajang ini dapat menjadi persaingan sportif untuk membuktikan performa kendaraan kedua jenis motor tersebut. Terlepas dari hasil kontes, tentunya ajang ini dapat menjadi wadah komunikasi untuk menyatukan dua kelompok komunitas dari genre motor berbeda” tutup Okke.

0

Published by : denikendors | ON : 30 Mei 2016

Comments

Comments are closed.