Menurunnya Pelayanan Angkutan Umum Menjadi Faktor Penyebab Kecelakaan

IRSA – Dampak dari kecelakaan LLAJ ini berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Tingginya kerugian ekonomi akibat dari kecelakaan lalu lintas berkontribusi menurunkan angka PDB sebesar 2,9 – 3,1% atau setara dengan kerugian ekonomi sebesar Rp. 205 – 220 Triliun. Selain itu, kerugian materi yang dialami oleh korban kecelakaan pada tahun 2014 mencapai lebih dari 250 Milyar.

Faktor-faktor penyebab kecelakaan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) juga ditunjang dengan menurunnya minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. Hal tersebut telah terjadi di sebagian besar kota dan kabupaten di Indonesia.

Faktor penyebabnya adalah menurunnya tingkat pelayanan angkutan umum, dimana kualitas sarana dan prasarana angkutan umum terutama di tingkat kota dan kabupaten saat ini masih dibawah standar pelayanan minimum. Penurunan tingkat pelayanan dari angkutan umum ini menyebabkan rasa ketidaknyamanan dan tidak aman sehingga berpengaruh pada menurunnya jumlah penggunaan angkutan umum.

Selain itu, fasilitas pejalan kaki juga belum mendapat perhatian khusus oleh pemerintah kota dan kabupaten. Pejalan kaki merupakan kelompok pengguna jalan yang rentan menjadi obyek kecelakaan. Tidak hanya menjadi korban kecelakaan, kasus kecelakaan pejalan kaki juga marak dipicu oleh perilaku pejalan kaki yang tidak tertib, seperti menyebrang jalan tidak pada jembatan penyeberangan jalan atau zebra cross.

Hal tersebut disebakan oleh fasilitas pejalan kaki yang tidak aman, nyaman dan beralih fungsi tidak sesuai peruntukkannya. Sehingga pejalan kaki kehilangan haknya dan menggunakan badan jalan dalam beraktifitas, hal ini berkontribusi meningkatkan resiko menjadi korban kecelakaan LLAJ.

Kedua faktor tersebut diatas yang berkontribusi dalam meningkatkan kecelakaan LLAJ diangkat sebagai topik Sharing Session Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2017. Sharing Session IRSA merupakan forum diskusi antar pemerintah kota dan kabupaten yang menjadi finalis IRSA 2017 dengan instansi terkait jelang penentuan ajang penghargaan IRSA 2017 yang diselenggarakan oleh Adira Insurance di Jakarta (25/10).

“Dengan adanya sharing session ini, menjadikan IRSA yang tidak hanya sekedar penghargaan melainkan mampu merangkul berbagai pihak untuk saling bersinergi mewujudkan zero accident di Indonesia,” tutur Indra Baruna, Direktur Utama Adira Insurance.

0

Published by : Eko Ferry | ON : 25 Okt 2017

Comments

Comments are closed.