Roki Japan Ekspansi Pasar Indonesia, Luncurkan R-Max Series

Pilihan akan aneka produk aftermarket bertambah satu lagi. Roki Co, ltd, perusahaan otomotif asal Jepang yang berdiri sejak 1958, berpusat di kota Hamamatsu secara resmi melirik Indonesia sebagai ladang subur untuk memasarkan produk-produknya. Debut masuk pasar Indonesia tersebut disampaikan di Jakarta, Rabu (23/4).

Sebagai negara besar dengan jumlah penduduk menempati peringkat ke 4 terbesar di dunia, dan bisnis otomotif di negara ini berkembang konstan menjadi peluang yang menggiurkan bagi Roki untuk menawarkan berbagai produk suku cadang otomotif baik untuk mobil maupun sepeda motor.

Menurut Head of Global After Market Product Departement Roki Japan, Masaaki Suzuki, Roki Co.,Ltd merupakan perusahaan yang memiliki bisnis utama di bidang teknologi filtrasi saringan udara, saringan oli mesin, serta oli mesin untuk konsumen global after market. Saat ini Roki telah memiliki 22 pabrik dan kantor lebih di 12 negara.

Di kawasan Asia, pabrik Roki berada di Thailand, India, Vietnam, dan kini Indonesia yang berada di daerah Cikarang Barat, Jawa Bart. Di Indonesia, pabrik Roki dibangun pada tahun 2017. “Indonesia sebagai pasar yang sangat potensial untuk pengembangan produk suku cadang otomotif yang memiliki kualitas tinggi namun harga terjangkau,” ungkap Suzuki.

Saat ini, pasar suku cadang aftermarket di Indonesia menempati peringkat empat dunia yakni untuk kategori mobil naik dari 1,06 juta 2016 menjadi 1,08 juta 2017, sedangkan sepeda motor naik dari 5,93 juta menjadi 6,1 juta di periode yang sama.

Untuk dikenal konsumen di Indonesia, oli buatan Roki diberi nama R-Max. Huruf R sendiri merupakan sebutan untuk Roki, sedangkan Max adalah Maximum. Maka jika digabungkan R-Max merupakan kepanjangan dari Roki Maximum.

R-Max adalah merk baru untuk  mendukung project GAP guna menghadapi tantangan bisnis di B2C (bussiness to consumers), diluncurkan Roki Co Ltd Jepang sejak Agustus 2014. Oli produksi Roki bisa dipergunakan untuk sepeda motor dan mobil.

Menurut Suzuki, nama R-Max  terbagi dalam tiga jenis yaitu R-Max-G (Global) yang berarti produknya bisa digunakan untuk sejumlah model kendaraan. Selain itu ada juga R-Max-P (Premium),produk ini dapat digunakan untuk kendaraan premium dan produk aftermarket R-Max-R (Racing), digunakan untuk kendaraan yang kerap digunakan untuk racing atau balapan cocok menggunakan produk ini. Jenis terakhir ini akan segera menyusul diluncurkan di Indonesia

Sementara itu, Manager PT Roki Asia Trading Indonesia, Johan Yunus Djuardi menjelaskan,  untuk Air Filter produk R-Max sudah tersedia untuk Motor Honda dan Yamaha dan tidak menutup kemungkinan untuk motor brand lainya. “Nanti kami akan mengembangkan produk ini untuk merek sepeda motor lainnya,” jelasnya.

“Biasanya kendaraan setelah melewati masa garansi, pemiliknya akan membeli suku cadang aftermarket karena harganya lebih terjangkau dibandingkan produk asli bawaan kendaraan tentunya dengan kualitas beragam juga,” sambung dia.

Johan mengatakan, suku cadang yang dipasarkan sebelumnya harus melalui berbagai rangkaian tahapan mulai dari survai, pengumpulan sampel, dikirimkan ke Roki Global Innovation Centre (Rogic), pembuatan gambar, pembuatan cetakan (molding), pembuatan produk sample, diuji lagi di Rogic, setelah disetujui baru diproduksi masal.

“Dengan panjangnya proses yang dijalankan dapat dipastikan suku cadang R-Max merupakan produk berkualitas, alternatif menggantikan OEM,” jelas Johan.

Diakui Johan sementara ini suku cadang yang diproduksi di Indonesia masih berupa saringan udara, saringan oli, pembersih dalam bentuk semprot, dan oli mesin karena mempertimbangkan produk-produk tersebut perputarannya cepat dan banyak dipergunakan.

“Begitu juga dengan peruntukannya masih ditujukan bagi mobil dan sepeda motor keluaran Jepang yang memang volumenya sangat banyak. Sedangkan untuk produk global sendiri tidak hanya menyasar kendaraan asal Jepang, tetapi juga asal Eropa,” jelas Johan.

Hal serupa juga disampaikan Tachiki dari Roki Co. Ltd Jepang yang mengatakan, sesuai misi perusahaan tantangan, kreasi, dan kesinambungan maka di tahun 2018 optimistis akan terus mengembangkan suku cadang kendaraan aftermarket berkualitas.

Sampai saat ini modal kerja group perusahaan, jelas Tachiki, mencapai 3,5 juta dolar AS, dengan jumlah karyawan 5.500 orang, serta omzet penjualan di 2017 770 juta dolar AS dengan spesialisasi produk dibidang sistem bahan bakar dan saringan (filter).

0

Post Tags: # #
Published by : am | ON : 26 Apr 2018

Comments

Comments are closed.